Daily Devotional

12 August

“But the prophet who presumes to speak a word in My name, which I have not commanded him to speak, or who speaks in the name of other gods, that prophet shall die… if the thing does not happen or come to pass.. which the LORD has not spoken; the prophet has spoken it presumptuously; you shall not be afraid of him.” DEUTERONOMY 18:20, 22

Each mishandled prophecy is an act of dishonor to God

No prophet should ever misuse the phrase “Thus says the Lord”, for if it is done so in jest and the prophecy given does not materialize, that prophet will lose credibility and favour with his followers. We shall prohibit the habit of saying “God said…” or “God told me…” in vain as it is in violation of the third commandment (Ex 20:7). Therefore do not be flippant with whatever proceeds out of your mouth, for you will be held accountable for it in the day of judgment.

中文

「若有先知擅敢託我的名,說我所未曾吩咐他說的話,或是奉別神的名說話,那先知就必治死……先知託耶和華的名說話,所說的若不成就,也無效驗,這就是耶和華所未曾吩咐的,是那先知擅自說的,你不要怕他。」
-(申命記十八章20節、22節)

每一次信口開河、亂發預言
都是不尊重神的舉動

「主耶和華如此說」不是任何先知可以隨意發布的聲明,因為如果所發的預言沒有成真,那位先知就會失去信徒的信任與支持。我們應該除去自己隨口妄稱「神說……」或「神告訴我說……」的習慣,因為這樣說違反了神的第三個誡命(參考出埃及記二十章7節)。因此,別脫口而出神未曾叫你說的話,因為到了審判那日,你要為自己所說的戲言負責

Bahasa Indonesia

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati… apabila perkataannya tidak terjadi atau tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan Tuhan; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya. ULANGAN 18:20, 22

Penanganan nubuatan yang keliru adalah tindakan yang tidak menghormati Tuhan

“Tuhan berfirman” bukanlah sebuah pernyataan yang secara sembarangan boleh diucapkan oleh nabi Tuhan karena apabila nubuatan tersebut tidak terjadi, maka nabi tersebut akan kehilangan kredibilitas dan perkenanan pengikutnya. Seharusnya kita dapat mencegah diri kita untuk berkata “Tuhan berfirman kepada saya …” atau “Tuhan bicara bahwa ….” Dengan sia-sia, karena hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap perintah ke-tiga dari sepuluh perintah Allah (Kel 20:7). Oleh sebab itu janganlah ceroboh dengan apa yang keluar dari mulut Anda, sebab Anda akan mempertanggung-jawabkannya di hari penghakiman.