Daily Devotional

24 December

“….”Tell Aaron your brother not to come at just any time into the Holy Place inside the veil, before the mercy set which is on the ark, lest he die; for I will appear in the cloud above the mercy seat. “Thus Aaron shall come into the Holy Place: with the blood of a young bull as a sin offering, and of a ram as a burnt offering.” LEVITICUS 16:2-3

Casual encounters with His presence will bring a careless knowledge of His holiness

In God’s eyes, it is unacceptable for the priesthood to enter into His courts without His blood. God has laid down this protocol: whoever comes before Him must come by the way of the blood. Those who claim they fear God must realize that heaven values the blood (Heb 10:29). In the end time, the apostate church will promote a bloodless religion, rendering the church impotent against their adversaries (Rev 12:11).

中文

「要告訴你哥哥亞倫,不可隨時進聖所的幔子內,到櫃上的施恩座前,免得他死亡,因為我要從雲中顯現在施恩座上。亞倫進聖所,要帶一隻公牛犢為贖罪祭,一隻公綿羊為燔祭。」
—(利未記十六章2-3節)

隨隨便便進聖所見主面
將導致你對祂聖潔的知識囫圇吞棗

祭司進神的院,卻沒有帶著贖罪祭的血,在祂的眼中是無法接受的。神已經制定了這個典章:任何人都必須藉由血來到祂的面前。那些宣稱自己敬畏神的人需要了解:血在天上是高度被看重的(參考希伯來書十章29節)。在這末後的日子,某些離經叛道的教會將推銷無血的宗教,導致盲從的信徒軟

Bahasa Indonesia

…”Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian. Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.” IMAMAT 16:2-3

Perjumpaan-perjumpaan dengan hadirat Tuhan yang tidak ditanggapi dengan serius akan menghasilkan pengetahuan yang tidak tepat mengenai kekudusan-Nya.

Di mata Tuhan, apabila seorang Imam masuk ke dalam pelataran-Nya tanpa darah-Nya, maka ia tidak akan diterima. Tuhan telah memberikan protokolernya: siapapun yang ingin menghadap Dia harus datang kepada-Nya dengan jalan korban darah. Mereka yang mengatakan bahwa mereka takut akan Tuhan harus menyadari bahwa Surga sangat menghargai korban darah (Ibr 10:29). Pada akhir zaman, gereja yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar akan membangun agama yang tidak terhubung dangan pengorbanan darah, yang menyebabkan gereja tersebut tidak mampu menghadapi serangan dari musuh-musuhnya (Why 12:11).