Daily Devotional

27 April

“And Abraham said to his young men, “Stay here with the donkey; the lad and I will go yonder and worship, and we will come back to you.” GENESIS 22:5

Divine fear is a pillar of strength of the crucified life!

Holiness sharpens your sensitivity and discernment to know God’s will. Notice Abraham said “we will come back to you” instead of “I will come back”. He knew he would somehow return to his servants together with Isaac. Such confidence could have only come through knowing the heart of God. This fear is the “icing on top of the cake” that sweetens your experience when you surrender to God (Phil 3:7-10, 13-14)!

中文

「亞伯拉罕對他的僕人說:『你們和驢在此等候,我與童子往那裏去拜一拜,就回到你們這裏來。』」
-(創世記二十二章5節)

與主同釘十架的那股力量
源自對祂的敬畏之心

聖潔的生命提高你對神旨意的敏銳度與分辨力。請注意亞伯拉罕並沒有說:「我會回到你們這裡來。」而是說:「我和童子會回到你們這裡來。」他似乎知道自己會和以撒一起回到僕人那裡去。惟有先摸清神的心意,才有可能產生如此信心。當你降服於神(參考腓立比書三章7-10節、13-14節),你對祂的敬畏就如「糖霜撒在蛋糕上」那般,愈發增添你人生經驗的甜美!

Bahasa Indonesia

Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” KEJADIAN 22:5

Rasa takut yang Ilahi adalah tiang kekuatan bagi kehidupan yang tersalib

Kekudusan akan menajamkan kepekaan serta pengenalan Anda untuk mengetahui kehendak Tuhan. Perhatikan Abraham mengatakan “kami akan kembali kepadamu” dan bukannya “Aku akan kembali kepadamu”. Ia tahu dengan benar bahwa ia pasti kembali kepada bujangnya bersama dengan Ishak. Keyakinan semacam itu hanya dapat datang jika seseorang mengenal hati Tuhan. Rasa takut yang semacam ini adalah seperti “hiasan di atas kue tar” yang membuat pengalaman keberserahan Anda kepada Tuhan menjadi manis (Fil 3:7-10, 13-14)!